Sabtu kemaren (30 Oct 2010), gw berkunjung ke NUS untuk menonton NUANSA 2010, with its title : This Earth of Mankind (http://earthofmankind.com/). Bagi temen2 yang belum tau, NUANSA adalah sebuah annual arts showcase yang diadakan oleh PINUS – Perhimpunan Indonesia NUS.
Saat pertama kali title NUANSA di publikasikan, gw gak tau bahwa “This Earth of Mankind” adalah nama sebuah buku. Gw baru nyadar itu adalah sebuah novel saat chatting dengan Astari, yang sudah pernah membaca buku berjudul Bumi Manusia, which is actually the original Indonesian version of This Earth of Mankind. According to Astari, Bumi Manusia adalah salah satu textbook pelajaran di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). A novel as a textbook for law studies? Fancy that!
Bumi Manusia ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer, salah satu novelis paling
termashyur dari Indonesia. Novel yang diterbitkan pada tahun 1980 ini adalah buku pertama dari sebuah tetralogi yang bernamaTetralogi Bumi Manusia (juga dikenal dengan Tetralogi Buru dan Tetralogi Pulau Buru).
Ketiga buku lainnya adalah :
- Anak Semua Bangsa (1981)
- Jejak Langkah (1985)
- Rumah Kaca (1988)
Menurut Wiki, Bumi Manusia sudah diterjemahkan dalam lebih dari 20 bahasa.
Thanks to NUANSA 2010 yang telah membawa cerita ini kedalam sebuah musikal drama, I’m dying to get my hands on the novel.The life the actors brought into the play, the music composition and the perfect combination of just about every nook and cranny kept me at the edge of my seat, craving for every flip of the scene. And guess what? HSS Library NTU punya 1 copy! Yay!