
People watching or crowd watching is the act of observing people and their interactions, usually without their knowledge – Wikipedia
Kalau itu sih udah biasa.. mau yang lebih ekstrim..? Try to guess what people are looking at, thinking or listening. Now that’s a challenge.
People watching mencoba menyimpulkan hal-hal sosial dan karakter tentang seseorang dengan berbagai cara. Salah satu hal yang dilihat adalah cara subjek kita berpakaian. Selain itu, kita juga bisa melihat bagaimana subjek kita berinteraksi dengan individu lain. Bahasa tubuh (body language) dan cara berbicara (kalau kita bisa nguping) juga menambah bumbu kedalam kesimpulan kita.
Tertarik people watching? Silahkan kunjungi http://www.wikihow.com/Begin-People-Watching untuk tips-tips people watching.
Naah… berbeda dengan people watching, kita mencoba untuk menebak apa yang dia pikirkan, perasaan dan bahkan karakternya. Emang bisa? Gimana caranya?
- Baca matanya
Kalau berpapasan dengan orang, jangan lupa melihat matanya. Orang itu ngeliatin apaan sih? Ngapain ngeliatin itu? Kata orang, mata adalah jendela pikiran dan hati. Maka, salah satu cara untuk meraba pikiran orang secara sekilas adalah dengan melihat matanya.
- Rasakan mukanya
Bukan. Bukan dijilat -___-”. Lihat raut wajahnya. Coba rasakan apa yang dia sedang rasakan. Apakah orangnya sedang senyum? Atau keningnya sedang mengkerut? Pikiran seringkali berkaitan dengan perasaan dan ekspresi wajah. - Lihat gerak geriknya
Orang yang sedang gembira dengan orang yang sedang sedih memiliki cara jalan yang berbeda. Postur berdirinya juga pasti berbeda. Gerak-gerik mengemas paket ekspresi perasaan yang ditampilkan. - Masukkan pakaian kedalam perhitungan
Jangan salah, pakaian bisa mempengaruhi perilaku orang. Seorang pak polisi yang sedang memakai seragam pasti akan bertindak lebih keras dan disiplin dibandingkan saat dia di rumah bersama keluarganya. Masukkan pakaian kedalam perhintungan, meski hal ini tidak selalu berlaku. - Raba intonasinya
Layaknya raut muka dan postur, suara dan cara berbicara juga menggambarkan suasana hati dan pikiran orang lain. Hal ini adalah hal terakhir, karena mungkin jarak kita tidak bisa cukup dekat untuk mendengar perkatannya.
Serasa main di CSI ya?
Dalam keadaan sehari-hari, orang menunjukkan ekspresi naturalnya. Kecuali si orang itu jago akting. Take note.
Memang metode ini tidak foolproof (a.k.a pasti berhasil). Layaknya skill yang lain, semakin sering dilatih dan digunakan, semakin cepat hal ini bisa dilakukan. Banyak hal yang bisa kamu pelajari dari orang lain.
Selamat mencoba dan enjoy!
P..s. Taken from my experiences in drama lessons. Just turning it over and seeing it the other way around. It’s called reverse engineering