Huek.. dah lama banget nih gak ngepost lagi di WordPress..
mau tau kenapah..?
Internetnya bok!! beuh… siput banget..
Gak mood deh lama-lama surfing, apa lagi nungguin loadingnya WP yang cukup berat..
bisa dipake mandi tuh waktunya.. :P

Btw, baru minggu kemaren gw nyadar bahwa kite-kite bisa buka mobile version website (yang buat HP) di browser internet!
Hehe, webpage khusus HP yang besarnya cuma beberapa Kb ini bisa cepet banget di load di browser, meskipun kecepatan internetnya siput. Gw sekarang lebih suka buka m.yahoo dan m.facebook… just for the sake of having a faster connection! (Lebih cepat lebih baik!)

Iseng-iseng, gw cari di google… “wordpress mobile…”
ada bo! m.wordpress.com…
my saviour!!

Hehe, internet siput pun masih bisa ngeblog nih sekarang..
dah gak usah nunggu mi masak lagi, langsung kebut! :D
Hope to have a lot more posts!!

P.s. gw buka blog baru lagi di chitchatty.wordpress.com
be sure to check it out!!

Burung Kolibri Merah Dadu oleh Nia Effendi

Burung Kolibri Merah Dadu oleh Nia Effendi

   Menerawang mengarungi antologi cerpen Burung Kolibri Merah Dadu (oleh Nia Effendi) serasa dunia ini begitu bergairah dan penuh rasa. Sejuta kata menghantam benak pikiran nan sendu, mengembalikan pelita batin nan pelik di hati. Entah kenapa, setiap titik, setiap kata, setiap tandat tanya, merangkum sebuah tanda seru yang tertanam di batin. Memang, tema yang diangkat oleh Nia Effendi bukanlah sebuah tema yang telah hilang ditelan waktu, tentang hubungan hangat dua insan. Tetapi, cerpen-cerpen yang menghiasi antologi ini tidak langsung mengisahkan hubungan mereka, melainkan hal-hal yang mengitari semesta itu. Sungguh indah, rangkaian kata yang sebagian besar berlatarkan kota kembang, Bandung.

   Lain halnya saat saya membaca beberapa poem karya puitis Amerika terkenal, Robert Frost (jujur, tadinya gugling Robert Burns) seperti Stopping by Woods on a Snowy Evening dan Anabel Lee oleh Edgar Allan Poe. Sepintas setelah membaca karya-karya itu, kata-kata yang mereka gunakan lebih bertujuan untuk mendeskirpsikan apa yang sebenarnya ada dan terjadi, daripada mencoba untuk menggugah rasa dan menyampaikan suatu sensasi tertentu. Arti sebenarnya yang ditulis oleh para poet lebih terkandung dalam jalinan frase dan spasi antar kata. Mungkin penilaian ini adalah sesuatu yang sepihak, dan terpengaruhi oleh faktor sosio-budaya (saya orang Indo lho…), dan mungkin lebih dalam lagi secara genetik. (Mungkin jika para juri Pulitzer Prize mengerti Bahasa Indonesia, pujangga-pujangga puisi Indonesia akan merajalela, :D )

   Banyak yang bilang bahwa Bahasa Inggris adalah bahasa yang exact. Mereka memiliki kata-kata untuk mendeskripsikan hampir semua kejadian dalam waktu dan ruang dengan wujud dan maksud  yang pas dan sempurna (makanya ada grammar… hoek…). Maka, di ranah ilmiah, dimana kata-kata yang eksak dan lugas dibutuhkan, disitulah

 Berkaryalah dengan hati yang ringan, banggalah dengan apa yang kita miliki. Jaya terus Bahasa Indonesia!

Terik matahari tidak terasa membasahi kening kuning langsat, yang sejak tadi pagi, meratapi papan tulis hijau berisi bercorak putih tak bermakna.  Butir keringat tak kuasa ku seka dari kening, dari pipi tembem yang berlesung, dan bagian berlekuk dibawah hidung. Seperti biasa, aku usapkan ke celana merahku, celana yang sudah bercarik, pudar, dan sekarang lembap dari panasnya hawa yang menyengat.

… Tak lama kemudian, aku mendapatkan sebuah kertas kuning, berpita merah, tergulung rapih. Di atas kepalaku, sebuah topi duduk dengan khidmatnya, menyerap suasana. Entah apa yang membuatku bergerak, topi hitam itu aku genggam, dan lempar ke angkasa, menjulang langit sejuta cahaya, yang menghiasi malam gelap. Di hotel itu, dibawah gemerlap bintang yang meghiasi, dan sorotan cahaya yang  membuta, butiran tangis mengalir dari mataku. Menatapi kilapan hati penuh bangga dan haru. Oh bunda, saya…

Sabtu kemaren, nak-nak IBO yang lagi platnas di Bandung didatengin salah satu psikolog terkemuka di ITB, Pak Nanang. Konon, beliau dipanggil untuk melihat dan menganalisis keadaan psikologis anak-anak yang akan ikut IBO nanti. Hehe, siapa tau ada yang calon jadi psikopat, sering bedah-bedah gitu, ya gak? :P

 Salah satu gambar yang digunakan dalam TAT

Salah satu gambar yang digunakan dalam TAT

Salah satu tes yang diberikan oleh Pak Nanang adalah TAT. TAT adalah singkatan dari Thematic Appreciation Test. Kita berempat dihadapkan kepada sebuah slide yang sudah ada gambarnya. Dari gambar itu, kita harus menulis sebuah cerita singkat dalam waktu lima menit.

Selidik punya selidik, ternyata TAT ini diciptakan oleh seorang psikolog dari Harvard bernama Morgan dan Murray pada tahun 1935. TAT yang lazim dilakukan kepada orang-orang terdiri dari setumpuk kartu bergambar, yang mengandung ekspresi-ekspresi yang kuat. Kartu TAT ini juga di kategorikan berdasarkan gender, B untuk boys, G untuk girls dan M-F untuk male and female, yakni untuk kedua jenis.
Ternyata, test TAT ini sudah jarang dilakukan lagi sekarang. Entah bagaimana, kata Pak  Nanang, tes ini digunakan untuk mengetahui tingkat motivasi seseorang. Selain itu, tes ini juga bisa digunakan untuk mengetahui efektifitas komunikasi seseorang. Aku contohnya, dinilai tidak begitu efisien dalam berkomunikasi, karena tulisannya jelek… :(

Sebutan “Parijs van Java” (Paris di Jawa) sudah melekat sejak dulu dengan nama Kota Bandung. Tidak hanya kota ini dilirik sebagai pusat mode Indonesia (butiknya bo! Berjejer di sepanjang jalan… dah kyak hutan mode aj..), tetapi juga konon dikenal sebagai kota pelajar Jawa Barat. Banyak orang dari seluruh penjuru Indonesia datang ke Bandung untuk menempuh pendidikan lanjut.

Nah, ternyata Bandung gak cuma kotanya mode, hehe… bagi yang sudah tahu, banyak banget turis mancanegara yang melirik Bandung sebagai surga belanja (konon di Jakarta mahal bo!). Baju, tas, sepatu, handicraft.. banyak bangetlah barang-barang yang dijual disini. Kios-kios yang menjual kaos-kaos dengan harga Rp. 20 000 untuk satu juga banyak (kalo bisa nawar, makin murah mbak). Tetapi.. dibalik semua ini.. ada sebuah surga lainnya.. hehehehe..

Ada sebuah distrik pertokoan di dekat Alun-Alun Bandung, yang dikenal dengan Kota Kembang. Nah, aku dikenalin dengan tempat ini dari seorang kakak pembina yang memborong DVD disana. Dengan harga nego sebesar Rp. 5000 sekeping. Murah banget!! Dah pasti bajakan kan tuh..? Pastilah, gak ada toko DVD original ngejual sekeping dengan Rp. 5000. Penasaran dengan salah satu film yang dibeli (The Punisher), aku tonton deh di laptop. Pas ngeliat kualitasnya.. ORI bo! Gak kayak DVD bajakan yang biasa dijual di pinggir jalan dengan harga Rp. 6000, yang goyang -goyang, trus ada orangnya lewat-lewat… gak, gak kyak gitu…

Alhail, minggu kemarin aku sempatkan diri untuk datang dan menjelajahi tempat bernama Kota Kembang itu. Kios-kios kecil yang sarat dengan DVD dan pengunjung itu dah kayak pasar loak aje.. Berbagai macam casing menghiasi sudut kios-kios kecil. Yang lebih mantabnya lagi, selidik punya selidik, ternyata pasar ini dilegalin lho ma pemerintah Bandung..!

Tertarik dengan salah satu DVD yang dipajang, aku mendatangi sang penjual. Konon, kalau kita tampangnya mirip anak kuliahan yang kurang modal, dan dilengkapi dengan bahasa Sunda, bisa mangkas harga sampe dapet dapet 3 keping buat Rp. 10 000!! Dahsyat!.. Hehe, dengan sedikit nyali dan nekat, setelah milih 5 DVD, aku nyahut deh ke sang penjual.. PD dengan bahasa Sunda pas-pasan yang aku punya…

Lautz : Iki baraha a..?
Penjual : *Clingak-clinguk* Hijina genep rebo… jadina tilu puluh..
Lautz : Kamahalan atuh a!? dua empat nya a..?
Penjual : Enteu tiasa a.. dua tujuh nya..?
Lautz : Dua genep a,..
Penjual : Dua tujuh,
Lautz: *ngalah* Wes lah, dua tujuh..

hehe, .. dengan sedikit modal bahasa Sunda yang gw dapet, bisa dapet 5 DVD dengan harga Rp. 27 000 bo! hehe, luamayan dapet diskon 10%…

Mozilla Firefox adalah salah satu web browser paling favorit sekarang. Kompatibilitasnya dengan berbagai macam OS dan lisensinya sebagai sebuah open source software (OSS) membuatnya mudah untuk didapat dan upgrade, dan juga ditambah add-on nya. Sayangnya, Firefox masih jauh dari sempurna.

Biasanya aku pakai Firefox untuk surfing internet. Ada suatu hal yang cukup mengeherankan. Biasanya, semakin banyak program yang sedang berjalan, memori komputer yang teralokasi untuk tiap-tiap program semakin sedikit. Ini berdampak pada performa program yang tidak optimal.

Nah, anehnya begini. Kalau aku membuka Firefox tanpa program-program lain, Firefox cenderung menghabiskan semua memori dan ngehang. Nah, kalau aku ngenet sambil dengerin MP3 lewat Winamp, memori usage yang digunakan Firefox jadi lebih kecil, dan cenderung lebih stabil (free memory nya juga lebih besar).

Kok bisa ya..? Secara logika, karena aku memakai lebih banyak software, seharusnya komputer menjadi semakin lambat. Tapi.. memakai Winamp sekaligus Firefox.. kok jadi semakin cepat..?

Beberapa bulan ini, aku dah gak jarang banget nulis di blog ini. Padahal, dulu aku sangat berharap blog ini dapet menjadi salah satu hal yang bisa mengantarkan aku lebih dekat kepada dunia. Tapi, entah kenapa, seolah semangat itu memudar. Sebenarnya, banyak hal yang masuk ke dalam pikiran, dan sempat membuatku log in ke wp, tapi sudah sampai di screen new post, seolah-olah semua hal yang tadinya ada di kepala, slit sekolai untuk di keluarkan.

Apakah aku sedang menderita writer’s block?

Menurut Wikipedia, writer’s block adalah suatu kondisi dimana seorang penulis professional mengalami masalah dalam menghasilkan sebuah karya dalam waktu yang berkepanjangan. (Aku gak termasuk donk ya, kan bukan penulis profesional, :D ). Beberapa penulis terkenal berhenti sepenuhnya dari dunia sastra saat mereka menjumpai writer’s block. Tetapi, ini bukan berarti bahwa writer’s block tidak bisa diatasi. Banyak juga penulis terkenal yang berhasil menuangkan kembali karyanya setelah puluhan tahun tidak menulis.

Tak bisa dipungkiri, writer’s block adalah suatu yang menyakitkan. Lantas, bagaimana caranya mengatasi writer’s block? Setelah gugling beberapa saat, ternyata aku ketemu beberapa jawaban yang cukup memuaskan. Berikut beberapa cara yang aku sarankan untuk dicoba (source: Wikipedia)

  • Berhenti sejenak dari menulis, menenangkan diri sehingga kita merasa bahwa menulis bukanlah suatu hal yang dipaksa dan membosankan
  • Meninggalkan tempat menulis, dan berjalan keluar sekedar untuk melihat-lihat sekalian refreshing. Berguna terutama untuk menimbulkan inspirasi untuk melanjutkan tulisan.
  • Membuat jadwal menulis, tidak memperhatikan kualitas hasil tulisan.
  • Menulis segala hal yang datang kepikiran.
  • Olahraga dan makan yang baik. Kedua hal ini sangat penting, karena berkaitan erat dengan penjagaan performa optimal tubuh. Otak yang berpikir keras jika tidak diiringi oleh olahraga yang cukup akan menyebabkan kelelahan yang lebih dalam.

Bagi teman-teman yang sedang mengalami writer’s block yang cukup parah juga, cobalah beberapa hal ini. Selamat mencoba!

Next Page »